S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas STEKOM
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 40 dibaca

S1 Desain Komunikasi Visual Mengenal Sonic Branding untuk Membangun Identitas Merek melalui Suara

N

Novita Nur Andjani

21 Oktober 2026

Bagikan:
S1 Desain Komunikasi Visual Mengenal Sonic Branding untuk Membangun Identitas Merek melalui Suara

S1 Desain Komunikasi Visual merupakan program studi yang mempelajari strategi penyampaian pesan melalui berbagai bentuk komunikasi kreatif. Dalam perkembangannya, komunikasi merek tidak hanya mengandalkan tampilan visual, tetapi juga memanfaatkan unsur suara. Pendekatan ini dikenal sebagai sonic branding, yaitu penggunaan elemen audio yang dirancang untuk membantu membangun identitas dan pengenalan sebuah merek.

Suara pembuka aplikasi, nada singkat dalam iklan, hingga audio khas pada video promosi dapat menjadi bagian dari pengalaman merek. Bagi mahasiswa DKV, sonic branding menjadi topik menarik karena memperlihatkan bagaimana identitas visual dan audio dapat bekerja bersama untuk menyampaikan karakter sebuah produk atau organisasi.

Memahami Konsep Sonic Branding

Sonic branding adalah strategi membangun identitas merek melalui elemen suara yang dirancang secara konsisten. Elemen tersebut dapat berupa jingle, nada singkat, efek suara, atau identitas audio yang digunakan dalam berbagai media komunikasi.

Tujuan utamanya bukan sekadar membuat suara yang menarik, melainkan menciptakan hubungan yang konsisten antara karakter merek dan pengalaman pendengarnya. Suara perlu disesuaikan dengan nilai, target audiens, dan konteks penggunaan merek.

Dalam pembelajaran DKV, konsep ini memperluas pemahaman mahasiswa mengenai cara menyampaikan pesan melalui pengalaman multisensori.

Menghubungkan Identitas Visual dan Identitas Audio

Identitas visual dan identitas audio dapat dirancang agar saling mendukung. Warna, bentuk, tipografi, gerakan, serta suara perlu memiliki karakter yang sesuai sehingga komunikasi merek terasa konsisten.

Sebagai contoh, merek yang mengusung karakter ceria dapat menggunakan pendekatan audio dengan ritme yang ringan dan melodi yang mudah dikenali. Sebaliknya, merek yang menonjolkan kesan profesional dapat memilih karakter suara yang lebih sederhana dan terukur.

Keselarasan tersebut perlu direncanakan dengan baik agar suara tidak terasa terpisah dari konsep visual yang digunakan.

Mempelajari Elemen Dasar dalam Perancangan Audio

Perancangan identitas audio melibatkan sejumlah elemen, seperti tempo, ritme, nada, tekstur suara, dan durasi. Setiap elemen dapat memberikan karakter yang berbeda sesuai dengan susunan dan penggunaannya.

Mahasiswa dapat mempelajari bagaimana perubahan tempo memengaruhi kesan sebuah audio serta bagaimana pemilihan instrumen membentuk karakter suara. Pemahaman ini dapat membantu mereka bekerja sama dengan komposer, sound designer, atau tim produksi audiovisual.

Selain itu, pemilihan audio perlu memperhatikan hak penggunaan karya. Musik dan efek suara yang digunakan dalam proyek harus memiliki izin atau lisensi yang sesuai.

Menerapkan Sonic Branding pada Media Digital

Sonic branding dapat diterapkan dalam berbagai media digital, termasuk video promosi, iklan, aplikasi, podcast, dan konten media sosial. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan fungsi media dan kebiasaan audiens.

Pada video promosi, misalnya, identitas audio dapat digunakan sebagai pembuka atau penutup. Dalam aplikasi, suara singkat dapat membantu memberikan umpan balik ketika pengguna melakukan tindakan tertentu.

Namun, penggunaan suara perlu mempertimbangkan kenyamanan pengguna. Audio yang terlalu keras, berulang, atau muncul tanpa kebutuhan dapat mengganggu pengalaman penggunaan.

Mengembangkan Konsep Sonic Branding melalui Proyek Kreatif

Mahasiswa S1 Desain Komunikasi Visual dapat mengembangkan proyek sonic branding dengan memilih sebuah merek fiktif, menentukan karakter audiens, dan menyusun konsep identitasnya.

Tahapan proyek dapat dimulai dengan riset karakter merek, pembuatan arahan kreatif, eksplorasi referensi audio, hingga penyusunan contoh penerapan suara dalam video atau media digital. Hasilnya dapat dipadukan dengan logo, warna, tipografi, dan panduan penggunaan identitas merek.

Proyek ini juga melatih mahasiswa dalam menyusun konsep, menjelaskan alasan pemilihan elemen kreatif, serta bekerja sama dengan bidang produksi audio.

Keterampilan yang Perlu Dikuasai

Untuk mempelajari sonic branding, mahasiswa perlu memiliki dasar komunikasi visual, kemampuan mengembangkan konsep, serta pemahaman mengenai produksi media digital. Pengetahuan dasar tentang audio editing dan penyuntingan video juga dapat menjadi nilai tambah.

Selain keterampilan teknis, kemampuan melakukan riset audiens, menyusun presentasi, dan menerima masukan menjadi bagian penting dalam proses kreatif. Portofolio yang menampilkan proses perancangan beserta hasil penerapannya dapat membantu memperlihatkan kemampuan tersebut.

Peluang Karier dalam Industri Kreatif

Pengetahuan tentang sonic branding dapat mendukung pekerjaan di bidang branding, produksi audiovisual, periklanan, desain multimedia, dan pengembangan konten digital. Posisi yang relevan antara lain creative designer, multimedia designer, audio branding specialist, serta anggota tim kreatif agensi.

Kebutuhan setiap posisi berbeda-beda. Karena itu, mahasiswa perlu mengembangkan kompetensi sesuai bidang yang diminati dan membangun portofolio yang menunjukkan kemampuan konseptual maupun teknis.

 

S1 Desain Komunikasi Visual tidak hanya berkaitan dengan tampilan gambar, tetapi juga dapat mencakup perancangan pengalaman komunikasi melalui berbagai media. Sonic branding memperlihatkan bagaimana suara dapat membantu membangun identitas merek ketika dirancang secara konsisten bersama elemen visual. Pemahaman ini membuka ruang eksplorasi baru bagi mahasiswa yang ingin berkarier di industri kreatif digital.

N

Tentang Penulis

Novita Nur Andjani

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya