S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas STEKOM
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 20 dibaca

S1 Desain Komunikasi Visual Mempelajari Desain Peta Interaktif untuk Mempermudah Penyampaian Informasi Digital

N

Novita Nur Andjani

22 Oktober 2026

Bagikan:
S1 Desain Komunikasi Visual Mempelajari Desain Peta Interaktif untuk Mempermudah Penyampaian Informasi Digital

S1 Desain Komunikasi Visual merupakan program studi yang mempelajari cara menyampaikan informasi melalui elemen visual secara kreatif, terstruktur, dan mudah dipahami. Salah satu penerapannya adalah desain peta interaktif digital, yaitu perancangan tampilan peta yang memungkinkan pengguna menjelajahi informasi melalui ikon, ilustrasi, warna, dan elemen yang dapat dipilih. Pendekatan ini menggabungkan prinsip komunikasi visual dengan kebutuhan navigasi dan pengalaman pengguna.

Peta digital kini digunakan dalam berbagai kebutuhan, mulai dari panduan lokasi wisata, informasi fasilitas publik, hingga penyajian data suatu wilayah. Agar informasi dapat dimanfaatkan dengan mudah, tampilan peta perlu dirancang secara jelas dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Mengenal Desain Peta Interaktif Digital

Desain peta interaktif digital tidak hanya berkaitan dengan penempatan lokasi pada peta. Perancang juga perlu memikirkan bagaimana informasi disusun, bagaimana pengguna menemukan lokasi tertentu, dan bagaimana elemen visual membantu menjelaskan isi peta.

Contohnya adalah peta wisata yang menampilkan lokasi tempat bersejarah, fasilitas umum, dan pilihan aktivitas. Setiap lokasi dapat dilengkapi ikon, foto, atau keterangan yang muncul ketika pengguna memilih titik tertentu.

Dalam pembelajaran S1 Desain Komunikasi Visual, pendekatan ini menjadi salah satu contoh penerapan desain untuk membantu pengguna memahami informasi yang kompleks.

Menggunakan Warna dan Ikon secara Konsisten

Warna dan ikon membantu pengguna membedakan kategori informasi pada peta. Misalnya, ikon berbeda dapat digunakan untuk menandai tempat makan, fasilitas kesehatan, ruang terbuka, atau lokasi wisata.

Namun, setiap simbol harus memiliki arti yang jelas dan digunakan secara konsisten. Pemilihan warna juga perlu mempertimbangkan keterbacaan, kontras, dan kemungkinan pengguna mengalami kesulitan membedakan warna tertentu.

Mahasiswa DKV dapat mempelajari cara membuat sistem visual yang sederhana agar informasi dapat dikenali tanpa membuat tampilan terlalu ramai.

Menyusun Informasi Berdasarkan Kebutuhan Pengguna

Peta yang memuat terlalu banyak informasi dapat menyulitkan pengguna menemukan hal yang dibutuhkan. Karena itu, perancang perlu menentukan informasi utama, informasi pendukung, dan fitur yang benar-benar diperlukan.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah pengelompokan berdasarkan kategori atau tingkat kepentingan. Pengguna dapat memilih kategori tertentu untuk menampilkan informasi yang relevan.

Proses ini membutuhkan pemahaman terhadap tujuan penggunaan peta dan karakteristik audiens. Desain yang baik membantu pengguna memahami informasi tanpa harus mempelajari terlalu banyak petunjuk.

Memadukan Ilustrasi dengan Teknologi Digital

Ilustrasi dapat memberikan karakter visual yang berbeda pada sebuah peta. Peta untuk anak-anak, misalnya, dapat menggunakan ilustrasi yang lebih ekspresif, sedangkan peta untuk kebutuhan profesional memerlukan tampilan yang lebih sederhana dan terstruktur.

Selain ilustrasi, perancang dapat memanfaatkan tipografi, simbol, animasi ringan, dan elemen interaktif untuk memperjelas informasi. Seluruh komponen tersebut perlu dirancang agar tetap mudah digunakan melalui komputer maupun perangkat seluler.

Mahasiswa juga dapat bekerja sama dengan pengembang untuk menerapkan rancangan visual ke dalam situs web atau aplikasi.

Mengembangkan Proyek Peta Interaktif

Mahasiswa S1 Desain Komunikasi Visual dapat membuat proyek peta interaktif dengan memilih tema tertentu, seperti peta fasilitas kampus, panduan destinasi budaya, atau informasi ruang publik.

Tahapan pengerjaan dapat dimulai dari riset pengguna, pengumpulan informasi, penyusunan kategori, pembuatan sketsa, hingga perancangan tampilan digital. Prototipe kemudian dapat diuji untuk mengetahui apakah pengguna dapat menemukan informasi yang dibutuhkan.

Proses ini melatih kemampuan riset, penyusunan hierarki informasi, desain antarmuka, dan evaluasi pengalaman pengguna.

Peluang Karier di Bidang Desain Digital

Keterampilan merancang peta interaktif dapat mendukung peluang karier sebagai UI Designer, UX Designer, Information Designer, Digital Designer, atau Visual Communication Designer. Bidang kerja yang relevan meliputi pengembangan aplikasi, layanan informasi publik, pariwisata digital, dan produk berbasis lokasi.

Mahasiswa dapat memperkuat portofolio dengan menampilkan proses perancangan, alasan pemilihan elemen visual, serta hasil pengujian prototipe.

 

S1 Desain Komunikasi Visual membuka kesempatan untuk mempelajari penerapan desain dalam berbagai media digital, termasuk peta interaktif. Melalui penggunaan warna, ikon, ilustrasi, dan hierarki informasi yang tepat, mahasiswa dapat mengembangkan solusi visual yang membantu pengguna memahami informasi lokasi secara lebih efektif.

N

Tentang Penulis

Novita Nur Andjani

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya