S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas STEKOM
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 4 dibaca

S1 Desain Komunikasi Visual Mempelajari Desain Editorial Digital untuk Menyajikan Informasi

N

Novita Nur Andjani

16 Oktober 2026

Bagikan:
S1 Desain Komunikasi Visual Mempelajari Desain Editorial Digital untuk Menyajikan Informasi

S1 Desain Komunikasi Visual merupakan program studi yang mempelajari cara mengolah informasi menjadi pesan visual yang menarik, terstruktur, dan mudah dipahami. Salah satu bidang yang relevan dengan perkembangan media digital adalah desain editorial digital. Bidang ini berfokus pada penyusunan teks, gambar, ilustrasi, dan tata letak untuk menyajikan konten melalui media elektronik, seperti majalah digital, publikasi daring, laporan interaktif, dan buku elektronik.

Mengenal Desain Editorial Digital

Desain editorial digital merupakan penerapan prinsip desain editorial pada media elektronik. Tujuannya adalah menyusun informasi agar pembaca dapat mengikuti isi konten dengan nyaman melalui perangkat digital.

Penerapannya dapat ditemukan pada majalah daring, artikel visual, publikasi perusahaan, katalog digital, dan laporan tahunan. Desain yang baik tidak hanya memperhatikan tampilan, tetapi juga memastikan informasi tersusun secara logis dan mudah ditemukan.

Mahasiswa DKV dapat mempelajari bagaimana struktur konten dan elemen visual bekerja sama untuk mendukung pengalaman membaca.

Mempelajari Tata Letak dan Komposisi

Tata letak menjadi dasar dalam desain editorial karena menentukan posisi judul, paragraf, gambar, keterangan, dan elemen pendukung lainnya. Susunan yang teratur membantu pembaca memahami hubungan antara satu informasi dengan informasi berikutnya.

Mahasiswa belajar menggunakan grid, margin, kolom, serta ruang kosong untuk menciptakan komposisi yang seimbang. Pengaturan tersebut juga membantu menjaga konsistensi tampilan ketika sebuah publikasi memiliki banyak halaman atau bagian.

Mengatur Hierarki Informasi

Konten editorial biasanya memiliki berbagai tingkat informasi, mulai dari judul utama hingga keterangan gambar. Hierarki visual membantu pembaca mengenali bagian yang paling penting sebelum membaca penjelasan lebih lanjut.

Ukuran huruf, ketebalan teks, warna, dan jarak antarelemen dapat digunakan untuk membedakan setiap tingkat informasi. Mahasiswa perlu memastikan bahwa penekanan visual tetap konsisten sehingga pembaca tidak mengalami kesulitan mengikuti alur konten.

Menggabungkan Teks dan Gambar

Teks dan gambar memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam desain editorial. Teks menyampaikan penjelasan, sedangkan foto, ilustrasi, infografik, atau diagram dapat membantu memperjelas informasi.

Pemilihan gambar perlu mempertimbangkan relevansi dengan topik dan kualitas visual. Mahasiswa juga belajar menempatkan gambar secara proporsional serta memberikan keterangan yang sesuai agar pembaca memahami konteksnya.

Menyesuaikan Desain dengan Perangkat Digital

Publikasi digital dapat dibaca melalui komputer, tablet, maupun ponsel. Perbedaan ukuran layar membuat desain perlu mempertimbangkan keterbacaan dan kemudahan navigasi.

Mahasiswa dapat mempelajari prinsip desain responsif, ukuran teks, kontras warna, dan pengaturan elemen agar konten tetap nyaman dibaca pada berbagai perangkat. Pada publikasi interaktif, tombol navigasi dan tautan juga perlu dibuat jelas agar pengguna dapat menemukan bagian yang dibutuhkan.

Memahami Konsistensi Visual Publikasi

Publikasi yang memiliki banyak halaman membutuhkan aturan visual yang konsisten. Penggunaan sistem tipografi, palet warna, gaya ilustrasi, dan pola tata letak dapat membantu menjaga kesatuan desain.

Konsistensi tersebut membuat publikasi terlihat profesional dan membantu pembaca mengenali karakter penerbit atau organisasi. Meski demikian, variasi komposisi tetap dapat digunakan untuk memberikan penekanan pada bagian tertentu tanpa menghilangkan identitas keseluruhan.

Mengembangkan Proyek Editorial Digital

Mahasiswa dapat membuat proyek berupa majalah digital, buku elektronik, katalog produk, atau laporan visual. Prosesnya meliputi pengumpulan materi, penyusunan struktur konten, pembuatan konsep visual, pengaturan tata letak, dan pemeriksaan hasil akhir.

Proyek tersebut dapat menjadi portofolio yang memperlihatkan kemampuan dalam mengolah informasi sekaligus menerapkan prinsip desain. Dokumentasi proses juga membantu menjelaskan alasan di balik keputusan visual yang digunakan.

Prospek Karier Lulusan DKV

Lulusan S1 Desain Komunikasi Visual yang tertarik pada bidang editorial dapat bekerja sebagai editorial designer, layout designer, publication designer, graphic designer, atau digital content designer.

Peluang tersebut tersedia di penerbitan, media daring, agensi kreatif, perusahaan, dan organisasi yang membutuhkan publikasi digital. Kemampuan mengatur informasi, menguasai perangkat desain, dan menjaga konsistensi visual dapat menjadi nilai tambah dalam pengembangan karier.

Desain editorial digital menjadi salah satu penerapan Desain Komunikasi Visual yang menggabungkan keterampilan tata letak, tipografi, pemilihan gambar, dan pengorganisasian informasi. Melalui pembelajaran ini, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan menghasilkan publikasi digital yang menarik, terstruktur, dan mudah diakses pembaca.

N

Tentang Penulis

Novita Nur Andjani

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya