S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas STEKOM
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 6 dibaca

S1 Desain Komunikasi Visual Mempelajari Desain Signage dan Wayfinding

N

Novita Nur Andjani

21 September 2026

Bagikan:
S1 Desain Komunikasi Visual Mempelajari Desain Signage dan Wayfinding

S1 Desain Komunikasi Visual merupakan program studi yang mempelajari cara menyampaikan informasi melalui berbagai bentuk visual. Salah satu penerapannya dapat ditemukan dalam desain signage dan wayfinding yang membantu seseorang menemukan arah, mengenali lokasi, serta memahami informasi di suatu lingkungan. Bidang ini menggabungkan tipografi, simbol, warna, bentuk, dan tata letak agar informasi dapat disampaikan secara jelas.

Mengenal Signage dalam Komunikasi Visual

Signage merupakan media visual yang digunakan untuk memberikan informasi atau petunjuk di suatu tempat. Contohnya dapat ditemukan pada gedung, fasilitas umum, kawasan pendidikan, pusat perbelanjaan, hingga ruang publik.

Mahasiswa DKV dapat mempelajari bagaimana sebuah tanda dirancang agar dapat dikenali dan dipahami oleh pengguna.

Memahami Konsep Wayfinding

Wayfinding berkaitan dengan sistem petunjuk yang membantu seseorang menentukan arah dan mencapai tujuan. Sistem ini tidak hanya menggunakan satu tanda, tetapi dapat terdiri dari berbagai elemen visual yang saling terhubung.

Mahasiswa dapat memahami bagaimana informasi arah disusun menjadi sistem yang konsisten dalam sebuah lingkungan.

Mempelajari Simbol dan Ikon

Simbol dan ikon dapat membantu menyampaikan informasi tanpa menggunakan banyak teks. Bentuk visual perlu dibuat sederhana agar dapat dikenali oleh berbagai pengguna.

Dalam pembelajaran DKV, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan merancang simbol yang memiliki makna sesuai dengan kebutuhan komunikasi.

Menggunakan Tipografi pada Signage

Pemilihan huruf menjadi salah satu aspek penting dalam signage. Jenis, ukuran, dan jarak antarhuruf perlu diperhatikan agar tulisan dapat dibaca dengan baik.

Mahasiswa belajar menyesuaikan tipografi dengan jarak pandang, lingkungan, serta karakter informasi yang ingin disampaikan.

Memahami Penggunaan Warna

Warna dapat membantu membedakan kategori informasi dan memperkuat identitas sebuah sistem tanda. Penggunaan warna perlu dilakukan secara konsisten agar pengguna lebih mudah mengenali informasi.

Mahasiswa dapat mempelajari hubungan antara warna dan fungsi komunikasi dalam sebuah rancangan visual.

Menyusun Informasi Secara Terstruktur

Signage perlu menyajikan informasi secara singkat dan terarah. Informasi yang terlalu banyak dapat membuat pengguna kesulitan menemukan petunjuk yang dibutuhkan.

Karena itu, mahasiswa belajar menentukan hierarki informasi dan menyusun elemen visual berdasarkan tingkat kepentingannya.

Merancang Sistem Visual yang Konsisten

Sebuah lingkungan dapat memiliki banyak jenis tanda. Agar mudah dikenali, setiap tanda perlu memiliki karakter visual yang saling berhubungan.

Konsistensi dapat diterapkan melalui penggunaan bentuk, warna, tipografi, ikon, dan tata letak yang memiliki aturan tertentu.

Mempertimbangkan Kondisi Lingkungan

Desain signage perlu memperhatikan tempat pemasangannya. Ukuran tanda, posisi, jarak pandang, pencahayaan, dan kondisi lingkungan dapat memengaruhi keterbacaan.

Mahasiswa dapat belajar melakukan observasi lingkungan sebelum menentukan rancangan visual yang sesuai.

Membuat Proyek Signage

Pembelajaran dapat diterapkan melalui proyek perancangan sistem signage untuk sekolah, kampus, gedung, ruang publik, atau lingkungan lainnya.

Mahasiswa dapat membuat konsep, menentukan kebutuhan informasi, merancang simbol, memilih tipografi, hingga menyusun penerapan visual secara menyeluruh.

Membangun Portofolio Desain

Proyek signage dapat menjadi bagian dari portofolio mahasiswa DKV. Portofolio tersebut dapat memperlihatkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah komunikasi melalui pendekatan visual.

Pengalaman ini juga dapat membantu mahasiswa memahami bahwa desain tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga fungsi dan kebutuhan pengguna.

Prospek Karier Lulusan

Kemampuan dalam perancangan sistem visual dapat mendukung berbagai pilihan karier seperti Graphic Designer, Environmental Graphic Designer, Visual Designer, Information Designer, maupun profesi kreatif lainnya.

Kompetensi tersebut dapat diterapkan pada perusahaan desain, konsultan, pengembang properti, institusi, maupun organisasi yang membutuhkan sistem komunikasi visual.

Kesimpulan

S1 Desain Komunikasi Visual memberikan pemahaman mengenai bagaimana informasi dapat disampaikan melalui visual yang terstruktur. Pembelajaran signage dan wayfinding membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan dalam menggunakan simbol, tipografi, warna, dan tata letak untuk menciptakan sistem petunjuk yang informatif.

N

Tentang Penulis

Novita Nur Andjani

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya