S1 Desain Komunikasi Visual Mengenal Service Design untuk Menciptakan Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik
Novita Nur Andjani
22 September 2026
S1 Desain Komunikasi Visual merupakan program studi yang mempelajari proses kreatif dalam menyampaikan pesan melalui berbagai bentuk visual. Dalam perkembangannya, bidang desain juga berkaitan dengan pengalaman pengguna dan bagaimana seseorang berinteraksi dengan sebuah layanan. Salah satu pendekatan yang dapat dikenalkan adalah service design yang membantu merancang pengalaman layanan secara lebih terstruktur.
Mengenal Service Design
Service design merupakan pendekatan yang digunakan untuk merancang dan meningkatkan sebuah layanan berdasarkan kebutuhan pengguna. Fokusnya tidak hanya pada tampilan, tetapi juga pada keseluruhan pengalaman ketika seseorang menggunakan suatu layanan.
Dalam pembelajaran S1 Desain Komunikasi Visual, mahasiswa dapat memahami bagaimana desain dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pengalaman pengguna.
Memahami Kebutuhan Pengguna
Sebuah layanan perlu dirancang berdasarkan kebutuhan orang yang menggunakannya. Karena itu, proses desain dapat dimulai dengan memahami karakteristik, kebiasaan, dan permasalahan pengguna.
Mahasiswa dapat belajar melakukan riset sederhana melalui observasi, wawancara, maupun pengumpulan informasi. Hasil riset dapat digunakan untuk menentukan permasalahan yang perlu diselesaikan.
Membuat User Journey
User journey digunakan untuk menggambarkan perjalanan pengguna ketika berinteraksi dengan sebuah layanan. Setiap tahap dapat menunjukkan pengalaman, kebutuhan, maupun kendala yang mungkin muncul.
Dengan membuat user journey, mahasiswa dapat memahami bahwa sebuah pengalaman terdiri dari berbagai titik interaksi yang saling berkaitan.
Mengenal Touchpoint
Touchpoint merupakan titik ketika pengguna berinteraksi dengan sebuah layanan. Bentuknya dapat berupa website, aplikasi, poster, formulir, kemasan, petunjuk informasi, maupun komunikasi langsung.
Desainer perlu mempertimbangkan konsistensi visual dan kemudahan penggunaan pada berbagai touchpoint agar pengalaman pengguna tetap terhubung.
Mengembangkan Solusi Kreatif
Setelah permasalahan pengguna diketahui, proses selanjutnya adalah mencari berbagai kemungkinan solusi. Mahasiswa dapat menggunakan teknik brainstorming untuk menghasilkan ide.
Ide tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi sketsa, prototype, maupun rancangan visual yang dapat diuji kembali.
Membuat Prototype
Prototype membantu menggambarkan bagaimana sebuah solusi dapat digunakan sebelum diterapkan secara penuh. Prototype dapat dibuat dalam bentuk sederhana maupun menggunakan media digital.
Melalui proses ini, mahasiswa dapat melihat bagian yang masih perlu diperbaiki dan mendapatkan masukan dari pengguna.
Mempelajari Kolaborasi dalam Proyek
Service design biasanya melibatkan berbagai pihak. Desainer dapat bekerja bersama pengembang, pengelola bisnis, pemasaran, maupun pihak yang berhubungan langsung dengan pengguna.
Kemampuan berkomunikasi dan bekerja dalam tim menjadi bagian penting agar proses perancangan dapat berjalan dengan baik.
Menerapkan Desain pada Berbagai Layanan
Pendekatan service design dapat diterapkan pada berbagai bidang, seperti layanan pendidikan, perbankan, perdagangan, transportasi, kesehatan, hingga layanan digital.
Mahasiswa dapat mengembangkan proyek berdasarkan permasalahan yang ditemukan di lingkungan sekitar sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual.
Mengembangkan Portofolio Berbasis Proyek
Proyek service design dapat menjadi bagian dari portofolio mahasiswa DKV. Portofolio tidak hanya menampilkan hasil akhir, tetapi juga dapat memperlihatkan proses riset, pengembangan ide, pembuatan prototype, hingga evaluasi desain.
Hal tersebut dapat menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam memahami masalah dan mengembangkan solusi melalui proses desain.
Prospek Karier di Bidang Kreatif
Pemahaman mengenai pengalaman pengguna dan proses desain dapat mendukung berbagai pilihan karier. Lulusan dapat mengembangkan kemampuan sebagai visual designer, UI designer, UX designer, graphic designer, content designer, atau bekerja dalam tim kreatif dan pengembangan produk.
Pengalaman mengerjakan proyek juga dapat membantu mahasiswa memahami kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang.
Kesimpulan
S1 Desain Komunikasi Visual memberikan ruang untuk mempelajari desain dari berbagai sudut pandang. Melalui service design, mahasiswa dapat memahami bagaimana proses kreatif digunakan untuk mengenali kebutuhan pengguna dan menciptakan pengalaman layanan yang lebih terarah.
Tentang Penulis
Novita Nur Andjani
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.